Seminggu Buruh Bangunan “Sembunyikan” Istri Sahabatnya
Senen, 09 Agustus 2010 08:01

Tersangka yang Nidurin Istri TemenDi sebuah kursi sofa menghadap ke ruang Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Sektor Kota Lubukbaja, Mu (38) duduk termenung. Suhu pendingin ruangan di ruang penyidikan itu, tak membuat tubuh buruh bangunan itu bersih dari keringat. Terlihat samar, kaos putih berkerah yang dikenakannya sedikit basah oleh peluh yang bersumber dari tubuhnya. Peluh yang membuktikan, hatinya tengah gundah dan takut karena berurusan dengan polisi.
Sudah semalaman, duda beranak satu ini meringkuk di kantor polisi dengan aduan menzinahi Sa (37), istri temannya sendiri. Kendati sudah tertangkap basah ‘menyembunyikan’ Sa di kamar kontrakannya di bilangan Baloi Kolam, namun ia tetap tak mengakui sudah menjamah Sa selama satu minggu terakhir ini.
“Dia (Sa) lagi mens,” begitu alasan Mu yang berarti bahwa ia tak menyetubuhi Sa. Pria yang sering mendapat borongan pekerjaan bangunan di beberapa pulau di Kepri ini diciduk polisi, Sabtu (7/8) malam. Penangkapan ini berawal dari laporan Mul, suami Sa.
“Setelah mendapatkan laporan, anggota langsung menuju kontrakan tersangka,” kata Kepala Unit Reserse dan Kriminal Inspektur Dua Sudirman. Masih kata Sudirman, Sa dan Mu digerebek sedang berada di kamar. Namun saat itu, keduanya memang diamankan sedang tidak melakukan aksi mesum.
Sudirman menambahkan, perbuatan yang dilakukan Mu bisa dijerat pasal 284 KUH Pidana tentang perzinahan. “Ancaman maksimal sembilan bulan,” kata Sudirman seraya menjelaskan kalau aturan hukum itu bersifat delik aduan. “Bisa dijerat hukum karena berdasarkan adanya laporan suami,” jelasnya lagi.

Berawal dari Curhat
Kendati menampik tidak melakukan mesum selama “menyembunyikan” Sa seminggu di kontarakannya, tapi Mu mengakui pernah menzinahi istri sahabatnya tersebut. “Rasa-rasanya lima kali,” Mu mencoba mengingat-ingat. Mu menegaskan, ia dan Sa telah menjalin asmara sejak awal 2010 lalu.
“Dia sering curhat sama saya,” kata Mu mengawali hubungan terlarang dirinya dengan Sa. Dalam curahan hati Sa itu, Mu mengutarakan, kalau hubungan suami-istri Mul dan Sa sudah tidak harmonis lagi. Mu mengatakan, Sa kerap bercerita bahwa suaminya jarang menafkahinya secara ekonomi. Saat curhat-curhatan itu, Mu melanjutkan, ia masih tinggal di Tanjungpinang. Nah karena tinggal di kota yang sama, Mu, Mul, dan Sa sering berjumpa. “Saya dan suaminya juga berteman,” aku Mu.
Namun sejak seringnya Sa curhat padanya, Mu mulai menaruh hati. Apalagi, sudah enam tahun ia tidak merasakan lagi sentuhan perempuan. Bak menggunting dalam lipatan, diam-diam Mu mulai tertarik ingin mencicipi kehangatan tubuh istri sahabatnya itu. “Kami melakukannya di rumah dia,” beber Mu seraya mengaku tak ingat lagi persisnya melakukan hubungan badan terlarang itu.
Perzinahan itu, kata Mu, tentu saja tanpa sepengetahuan Mul. Mu kerap mengencani Sa ketika Mul tengah mendapat borongan kerja atau sedang mancing. Setiap kali mancing, Mul memang bisa semalaman tak pulang. Setiap kali hendak melakukan hubungan gelap, Mu mengaku selalu diberi isyarat “aman” oleh Sa.
Selama itu, kata MU, hubungan mereka aman tanpa dicurigai. Namun belakangan ini, kata Mu, Sa kian gencar mencurahkan keluhan rumahtangganya. Rintihan hati Sa itu pun kemudian membuat Mu iba. Alhasil, tak jarang Mu memberikan uang jajan pada Sa. “Buat membantu biaya anak-anaknya,” jelas Mu lagi.
Walau mengaku sering diajak curhat, namun ketika POSMETRO menanyakan jumlah anak Sa, Mu menjawab tidak tahu. “Dia (Sa) cuma curhat tentang perekonimian dan suaminya saja,” kata Mu pelan. Apalagi, belakangan ini, Sa mengaku kerap dipukuli suaminya.
Sepandai-pandainya menutup bangkai, tercium juga baunya. Begitu juga dengan hubungan terlarang Mu dan Sa. Suami Sa akhirnya menangkap gelagat mencurigakan dari hubungan tak wajar antara istri dengan sahabatnya. Pertengkaran pun kian menghebat. Ujung-ujungnya, Mu menyuruh Sa datang ke tempat tinggalnya di Batam.
“Akhirnya saya suruh dia (Sa) ke Batam,” kata Mu. Di samping bermaksud menyelamatkan Sa dari kekerasan suaminya, rupanya Mu punya niat untuk menikmati kembali hubungan terlarang yang pernah terjadi. “Tapi dia sedang haid,” Mu kembali beralasan kalau ia tak pernah sekali pun menjamah Sa selama di kontarakannya itu.
Iba melihat nasib Sa yang tubuhnya banyak bekas pukulan sang suami, Mu mengaku siap menikahi wanita idamannya itu. “Saya pernah bilang sama dia (Sa) agar selesaikan dulu masalah keluarga mereka,” kata Mu seraya menegaskan, ia siap jadi ayah tiri bagi anak-anak Sa.
Namun terlambat, sebelum semua niat baik Mu tercapai, perselingkuahn mereka akhirnya dilaporkan Mul ke polisi. “Dia (Sa) tak pernah cerita soal hubungan ranjangnya sama sumianya itu,” kata Mu menjawab kalau keretakan rumahtangga Sa dan Mul dilatarbelakangi hubungan biologis.
(rozi juhendra)

 
Saat ini ada 86 guests Lagi Baca