Selasa, 9 Februari 2010
| SMS Berantai: Awas, Demo Antikorupsi Rusuh! |
|
|
|
| Oleh Redaksi | ||||
| Wednesday, December 09, 2009 09:09 AM | ||||
|
JAKARTA, METRO: Demonstrasi Hari Antikorupsi 9 Desember hari ini, membuat kekhawatiran warga akan terjadi aksi anarkis yang menjurus ke tindakan kriminal. Peringatan terhadap warga agar tidak keluar rumah saat peringatan Hari Antikorupsi tersebut berlangsung, banyak beredar melalui pesan singkat (SMS). Seperti yang diterima Sri Sulistiowati, HRD salah satu institut desain bertaraf internasional di Kawasan Jakarta Pusat, Senin (07/12) sore. Dalam pesan singkat yang diterimanya tertulis; “Ada anjuran: Kalau tidak ada keperluan penting, HARI RABU, TGL O9/DES/2OO9 SAMA SEKALI JANGAN ADA KEGIATAN DI LUAR DIRUMAH! DIPREDIKSI ADA DEMONSTRASI BESAR2AN DI SELURUH INDONESIA DALAM RANGKA MEMPERINGATI HARI “ANTI KORUPSI SEDUNIA” YG DITETAPKAN PBB DAN SANGAT DIKHAWATIRKAN DIBONCENG DEMO POLITIK BESAR2AN YG SANGAT MUNGKIN MENJURUS KE GERAKAN ANARKIS PERAMPOKAN; PEMBAKARAN; PERKOSAAN; PEMBUNUHAN DLL! Di koran bahasa TIONGHWA “QIAN DAO RI BAO” pagi ini,”. Munculnya pesan tersebut tak urung membuat kekhawatiran bagi masyarakat termasuk yang dirasakan Sri. “Bagaimana ini apakah mahasiswa harus diliburkan pada hari itu. Pemerintah harusnya memberi kepastian keamanan,” sahutnya. Menangggapi maraknya rumor bakal terjadinya aksi anarkis itu, Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri meminta masyarakat tidak termakan isu. Kapolri berharap aksi akan berjalan kondusif. “Kita imbau masyarakat tidak usah khawatir,” kata Kapolri, Selasa (8/12). Bambang menerangkan, polisi senantiasa akan mengawal seluruh rangkaian aksi agar berlangsung tertib dan damai. Dia juga berharap agar elemen peserta aksi bisa membantu tugas polisi. Senada dengan Kapolri, polisi akan menjamin demonstrasi tersebut tak akan berlangsung ricuh. “Kita sudah kerahkan separuh kekuatan atau sekira 10 ribu personel untuk mengamankan Jakarta saat unjuk rasa Hari Antikorupsi berlangsung,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Boy Rafli, kemarin. Boy menambahkan, sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan informasi siapa yang menyebarkan pesan berantai yang berisi ancaman demo akan berakhir anarkis. Boy juga meminta kepada para pelaku unjuk rasa untuk tetap disiplin dan tidak melakukan aksi anarkis atau kriminal lainnya, karena polisi berjanji akan menindaknya. Terpisah, Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar juga meminta agar warga tidak termakan isu kerusuhan 9 Desember. Aparat keamanan telah bersiaga mengamankan aksi unjuk rasa. “Tidak ada yang perlu ditakutkan karena aparat hukum telah siaga mengamankan aksi,” kata Patrialis. Patrialis mengaku tidak menerima SMS yang berisi imbauan agar tidak melakukan aktivitas di luar rumah pada 9 Desember. “Saya tidak tahu SMS itu,” katanya.(int)
|
||||











